Liputan6.com, Jakarta: Piala Dunia 2010 memang digelar di Afrika Selatan. Namun, siapa sangka jika pesta empat tahunan itu memotivasi anak-anak untuk giat berlatih sepak bola. Mereka ingin menjadi pemain bintang dan bisa tampil dalam piala dunia.

Untuk mewujudkan itu, sejumlah anak-anak mengikuti sekolah sepak bola yang belakangan ini semakin marak. Satu di antaranya terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Untuk bisa belajar di sana, setiap anak dikenai uang pendaftaran Rp 50 ribu dan iuran setiap bulan Rp 100 ribu.

Di sekolah sepak bola, setiap anak diajarkan teknik bermain bola yang standar. Mereka dilatih cara menggiring bola, menendang dengan benar, termasuk trik melawati pemain lawan. “Kesulitannya masalah teknik. Dikasih teknik sederhana saja, tetap perlu waktu,” kata Totok, pelatih sekolah sepak bola.

Sedangkan peserta bermotivasi bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Itulah sebabnya, mereka sengaja mendaftarkan diri di sekolah sepak bola. “Ingin menjadi pemain bintang,” ujar Egi, singkat. Seperti halnya Egi, peserta lain, Diko, juga ingin menjadi pemain nasional kelak.

Untungnya, para orang tua sangat mendukung anaknya ikut sekolah sepak bola. Dengan latihan dua kali dalam sepekan, mereka menganggap sekolah sepak bola sebagai sarana menyalurkan bakat. “Kalau begini, hobi anak jadi tersalurkan,” ungkap Diyono, orang tua. Selain itu, kata Kartini, anaknya tidak lagi keluyuran dengan tidak jelas.

Pelatih yang juga mantan pemain nasional Patar Tambunan mengungkapkan, pemain sepak bola saat ini bisa dijadikan profesi yang menjanjikan. Kondisi sekarang berbeda jauh dengan era Patar bermain sepak bola, sepuluh tahun silam. Terlebih, banyak klub sepak bola di Indonesia yang berani membayar gaji pemain dengan tinggi. Patar berharap, kondisi ini bisa membawa sepak bola Indonesia lebih baik lagi di masa mendatang.(ULF)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.